Friday, 5 July 2013

LBT # 25 ROTI KOMPYANG





Kompia(光 饼; diucapkan Kom-pyang; Jian'ou dialek: Guang-biang), adalah sejenis roti atau kue yang populer di beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia terutama di tempat di mana masyarakat Tionghoa yang dominan adalah Foochow (Fuzhou) keturunan. Kompia berasal dari Fuzhou, ibukota Provinsi Fujian, Negara Republik Rakyat Cina.

Sejarah

Pada 1563, pahlawan nasional dari Dinasti Ming, Qi Jiguang memimpin pasukannya ke Provinsi Fujian untuk berperang dengan perompak dari Jepang. Qi Jiguang melihat bahwa para perompak Jepang selalu bisa melacak di mana pasukannya berkemah karena asap yang naik ke langit ketika prajurit menyiapkan makanan mereka. Sedangkan dia mengetahui bahwwa para perompak Jepang tidak punya masalah seperti itu karena mereka membawa onigiri duntuk kebutuhan makanan mereka, sehingga dia membuat sebuah jenis kue untuk mendukung para pasukan nya. Mayoritas orang yang berada di pasukan nya adalah masyarakat yang tinggal di pesisir Provinsi Fujian. Supaya mudah dibawa saat perang, masing-masing kue diberi lubang di bagian tengah supaya bisa diuntai bersama. Akhirnya pasukan Qi Jiguang berhasil memenangkan pertempuran itu dan untuk mengenang Qi Jiguang (戚继光), kue ini diberi nama ‘guang’ bing (‘光‘ 饼) sedangkan ‘bing’ (饼) sendiri artinya kue (sumber Wikipedia)

Kue kompyang ini bertekstur keras dan padat  terbuat dari campuran tepung terigu, garam, ragi dan air.  Pada jaman dulu pemanggangan kompyang tidak menggunakan oven melainkan menggunakan kompor dari tanah karena untuk menjaga kue tetap dengan tampilan tradisional. Umumnya bentuk dan ukuran kompyang adalah sama dengan kue tradisional China, tetapi beberapa orang membuatnya dengan bentuk yang berbeda (PRmob)








Kali ini aku membuat roti kompyang klasik resepnya hasil browsing di google dari tabloid Lezat, sengaja bikin yang klasik karena aku pengen tau dan merasakan bentuk asli kompyang. Sebenarnya beberapa hari yang lalu pernah maem kue ini dikasih tetangga tapi pake isian ayam awalnya sih ga ngeh klo itu kompyang tapi belakangan baru tau klo itu kompyang karena bentuk dan rasanya mirip banget dengan si kompyang, hihiiii

Oiya ...aku bikinnya seresep laluuuu aku bagi 2...teman-temaaaaan...coba bayangin seberapa gedenya tuh kompyangku....hihiiii...sengaja emang aku bikin gede :D

KOMPYANG KLASIK

Terigu Cakra    250gr
Ragi                 4gr
Garam             3gr
Air                  175cc

Kuning telur dan wijen secukupnya

Cara membuat :

1. Campur terigu bersama ragi dan garam, aduk rata.

2. Tuang air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk dan tercampur rata. Diamkan selama 30 menit dengan ditutup plastik.

3. Potong adonan dengan berat 50-100gr (vi...adonan dibagi 2), bulatkan adonan. Kemudian letakkan diatas loyang yang telah dioles margarin. Oles permukaannya dengan kuning telur dan tabur wijen.

4. Panggang dengan suhu 160 derajat celcius selama 30 menit hingga matang.








Mbak Dida makasih ya... udah menjelaskan tema pr nya dari awal pr keluar (temenan mbak, rotine atos banget, hihiiii ...) karena aku akhir-akhir ini jarang mengeliligi dunia maya dan jarang online fb juga...kadang kalopun online aku hanya pake hp itupun kalo koneksinya lancar jaya...
Oiya...aku mau kasih tau rasa rotinya ya...pada dasarnya mirip adonan roti sih karena emang pake ragi untuk fermentasinya tapi teksturnya keras banget...bisa dibayangkan kan dari bahan-bahannya tuh tanpa menggunakan telur, susu bahkan lemaknya juga ga ada...klo rasanya sih gurih dari tambahan garamnya itu...
Okay deh...yang blom bikin ayo segera bikin (colek mbak Susi di Semarang sonooo...), yang penasaran sama rasanya boleh main kerumah...nih masih ada satu lagi...gede pula, dijamin kenyang deh.. hahaa...





1 comment:

  1. sampeyan ini lucu mbak vi... share resep tapi ga boleh di copy... heheheh

    ReplyDelete